Ads 468x60px

Pages

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2011

Bintang Medan Takluk di Kandang

USU, suarausuonline.com — Bintang Medan FC harus mengakui keunggulan Jakarta 1928 setelah dipecundangi dengan skor 1-0, Minggu (20/2) di Stadion Teladan Medan. Gol semata wayang Jakarta 1928 dicetak oleh penyerang anyarnya Emanuelle De Poras melalui tandukannya.

Permainan berjalan dengan tempo sedang. Selama babak pertama hanya dua peluang matang saja yang mampu diciptakan ke dua tim. Bintang Medan FC mampu mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu di menit ke-15 melalui tandukan penyerang Korea, An, setelah menerima umpan Rochmad Dwi Ady. Namun tandukannya hanya tipis di kiri gawang Jakarta 1928 yang di jaga Rahmat. Jakarta 1928 tak mau tertinggal, di menit ke-33 sundulan San San masih belum mampu mengubah angka.

Duet penyerang Jakarta 1928, De Poras-San San yang diturunkan sejak awal pertandingan ternyata belum mampu membuahkan hasil. Bambang Nurdiansyah, pelatih Jakarta 1928, mencoba menukar Hendra Bayou diduetkan dengan De Poras pada babak ke dua. Taktik ini terbukti berhasil, De Poras mampu mengoyak jala Bintang Medan setelah menerima umpan Sansan di menit ke-48.

Setelah turun minum ke dua, tim masih bermain dengan tempo sedang. Bintang Medan FC mencoba mengejar angka di lima menit terakhir. Peluang emas didapatkan Bintang Medan FC melalui tendangan penyerang mungil mereka, Yoseph Ostanika. Namun masih membentur mistar gawang di menit ke-40.

Hujan cedera menerpa Bintang Medan FC. Sebelumnya dua pemain utamanya, Syamsul Bahri dan Cosmin harus absen pada pertandingan ini karena cidera. Kemudian disusul Amine Kanoun dan Rochmad yang harus ditarik keluar lapangan pada pertandingan.(M. Januar)

Bintang Medan Ditahan Imbang di Kandang

Medan, suarausu-online.com — Setelah kalah dalam pertandingan sebelumnya, Bintang Medan kembali tak mampu mendapatkan poin penuh saat menjamu Persebaya 1928 di Stadion Teladan, Jumat (4/3). Kedua tim harus rela berbagi angka dengan skor 1-1.

Bintang Medan tertinggal terlebih dahulu oleh gol Otavio Dutra di menit 15. Umpan lambung yang dilepaskan Rendi Irawan memudahkan Otavio menanduk bola dan menggetarkan gawang Bintang Medan yang dikawal Decky Ardian Cahyadi.

Persebaya 1928 mampu mengambil jalannya pertandingan di babak pertama. Terbukti, dalam waktu 15 menit Persebaya 1928 mencetak angka terlebih dahulu. Bintang Medan yang tampil kurang ngotot di babak pertama hanya mampu menciptakan satu peluang melalui Cosmin Vansea di menit 45. Namun tendangannya ditahan penjaga gawang Persebaya 1928.

Memasuki babak ke dua Bintang Medan mencoba tampil lebih agresif. Beberapa peluang mampu diciptakan anak asuh Michael Fichiten ini.

Gol penyeimbang Bintang Medan akhirnya datang di menit 49 melalui Yoseph Ostanika. Yoseph memanfaatkan tendangan sudut Gaston Salasiwa dan berhasil memasukan bola ke gawang Persebaya 1928. Bintang Medan mampu menciptakan beberapa peluang. Di menit 56 memanfaatkan tendangan bebas An, namun masih mampu ditepis Endra.

Meskipun kedua tim mencoba tampil menyerang, namun sampai akhir pertandingan tak ada gol yang tercipta. “Padahal target kami harus menang, namun Persebaya 1928 tampil bagus. Saya pikir hasil malam ini cukup,” ucap Michael saat jumpa pers.

Pertandingan sempat terhenti akibat lampu stadion mati. Namun dilanjutkan kembali setelah 22 menit kemudian.(M. Januar)

PSMS Medan Hantam PSSB Bireuen 3-0

Medan, suarausu-online.com — PSMS Medan hantam PSSB Biereuen dengan skor 3-0 di Stadion Teladan, Sabtu (5/2). Satu gol bunuh diri dari pemain PSSB Bireuen serta dua gol berikutnya dicetak Alfian Habibi dan Ari Yuganda dari PSMS Medan.

Sejak menit awal PSMS sudah mengambil alih jalannya pertandingan. PSMS mampu membuat pertahanan PSSB Biereuen panik. Pertandingan baru berjalan delapan menit, PSMS unggul karena gol bunuh diri pemain belakang PSSB Bireuen ketika menghalau tendangan Donny Fernando Siregar.

PSMS terus tampil menekan, peluang didapat Alfian Habibi di menit 12, namun tendangannya masih tipis di sebelah kanan gawang PSSB Bireuen yang dikawal Didik Wisnu. Di menit 30 PSMS kembali mendapat peluang emas melalui sundulan kepala Vaqner Luis namun masih tipis di kanan gawang Bireuen.

Akhirnya usaha anak asuhan Suharto ini menambah angka. Lima menit sebelum turun minum, Alfian Habibi memanfaatkan bola liar di luar kotak pinalti. Tendangan kerasnya mampu menggetarkan gawang PSSB Bireuen menjadi 2-0.

Di babak kedua PSSB Biereuen belum mampu keluar dari tekanan PSMS Medan. Rinaldo yang menggantikan Tri Yudha Handoko di menit 65 menambah daya serang tim berjuluk Ayam Kinantan ini. Satu menit kemudian Rinaldo mampu menembus pertahanan PSSB Bireuen namun tendangannya masih di atas gawang.

Meski tampil menyerang, PSMS harus menunggu hingga menit ke 90 untuk menambah angka. Vaqner Luis yang tampil impresif pada pertandingan malam ini menusuk sisi kiri pertahanan PSSB Biereuen. Vaqner berhasil melepaskan umpan lambung ke dalam kotak pinalti yang disambut tandukan Ari Yuganda. Tandukannya menambah angka menjadi 3-0 sebelum peluit panjang ditiupkan.

Helmi Ab­­dullah, asisten pelatih PSSB Bireuen, mengeluhkan pertandingan yang diadakan malam hari. “Kami tidak pernah main di malam hari sehingga kami tak terbiasa,” ucapnya saat jumpa pers.

Hasil ini membawa PSMS naik satu peringkat ke posisi lima dan menggeser Persita Tanggerang. Kini PSMS terpaut delapan poin oleh pimpinan klasmen sementara Persiraja. (M. Januar)

Bungkam Persita 2-1, PSMS Penuhi Target

Medan, suarausu-online.com — PSMS kembali meraup poin penuh di kandang setelah menaklukan Persita 2-1, Jumat (4/2). Memperoleh enam poin dari dua pertandingan kandang membuat manajemen PSMS puas. “Kita telah memenuhi target,” ucap Benny Tomasoa, Assistan Manager PSMS. Pada pertandingan sebelumnya PSMS berhasil menaklukan Persipasi Bekasi dengan skor yang sama.

Kurniawan Dwi yulianto mengawali kemenangan itu lewat gol pada menit ke-10, setelah menerima umpan terobos Zulkarnain. Kurniwan dengan cerdik mengecoh penjaga gawang Persita, Ryky, untuk menggetarkan jala gawang.

Meski tampil di kandang lawan, Persita pun tampil menyerang. Jual beli serangan pun dilakukan oleh ke dua tim. Akhirnya Persita mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan terarah Agus S, penyerang Persita, enam menit sebelum turun minum.

Memasuki babak ke dua tak membuat ke dua tim tampil bertahan. Baru saja dua menit berselang, Faisal Azmi, gelandang PSMS membahayakan gawang Persita lewat tandukannya. Dengan skema 4-4-2 PSMS terus melancarkan serangan. Suharto, pelatih PSMS, mencoba memasukkan Jose Sebastian Vasques pada menit ke-73 menggantikan Alfian Habibi. Startegi Suharto terbukti berhasil. Jose berperan pada gol ke dua PSMS setelah memberikan umpan lewat tendangan sudut yang kemudian ditanduk Vaqner.

Bermain dengan tempo cepat membuat pertandingan memanas. Supratman, wasit asal Lampung harus mengeluarkan tiga kartu kuning. Pemain PSMS, Ari Yuganda diganjar kartu kuning pada menit ke-32. Disusul Luis Edmundo, pemain belakang Persita pada menit ke-8 dan Firdaus pada menit ke-60. (M Januar Rizki)

Ke dua tim mengeluhkan kepemimpinan Supratman sebagai pengadil lapangan. Benny menyayangkan beberapa keputusan wasit yang merugikan timnya. Hal ini juga diamini Pari, Manager Persita. “Tim saya merasa dirugikan karena banyak keputusan wasit yang tak berpihak pada kami,” ucapnya saat konfrensi pers setelah pertandingan. (M.Januar)